Skip to content
BisnisLife.com

BisnisLife.com

Info Bisnis & Lifestyle Terpercaya

Primary Menu
  • HOME
  • News
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
  • bisnis
    • Industri
    • Bank
    • Finansial
    • Asuransi
    • Telko
    • UMKM
  • BUMN
  • Teknologi
  • Properti
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • TOKOH
  • Lifestyle
    • Selebritas
    • Beauty
    • Food
    • Komunitas
  • Showbiz
    • FILM
    • Musik
  • Travel
  • Hotel
search
  • Kesehatan
  • Lifestyle

Kasus Campak Melonjak, Imunisasi MR Jadi Perlindungan Utama Anak

Ochi April 26 September 2025
Dr. dr. Dominicus Husada, DTM&H, MCTM(TP), Sp.A(K) (1)

Dr. dr. Dominicus Husada, DTM&H, MCTM(TP), Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak.

 

BisnisLife.com – Setiap anak berhak tumbuh sehat dan meraih masa depan tanpa dibayangi penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Namun, kenyataannya masih banyak anak Indonesia harus menghadapi risiko serius akibat penyakit menular, salah satunya campak, yang kini tengah mewabah di berbagai wilayah.

Kementerian Kesehatan mencatat hingga Agustus 2025 terdapat 46 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Indonesia. Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan angka tinggi, terutama Kabupaten Sumenep yang melaporkan 2.139 kasus suspek campak, 205 kasus terkonfirmasi, dan 20 anak meninggal dunia.

Kondisi ini sejalan dengan laporan World Health Organization (WHO) yang mencatat 107.500 kematian akibat campak di seluruh dunia pada 2023, sebagian besar dialami anak di bawah usia 5 tahun.

Penularan Lebih Cepat dari COVID-19

Studi menunjukkan campak merupakan penyakit sangat menular, bahkan lebih cepat dibandingkan COVID-19. Satu orang yang terinfeksi bisa menularkan penyakit ini ke 14–18 orang lain, sementara COVID-19 hanya sekitar 1–6 orang.

Penularan terjadi melalui udara ketika penderita bernapas, batuk, atau bersin. Selain mudah menular, campak juga dapat memicu komplikasi berat hingga kematian.

“Pneumonia, diare berat, hingga radang otak (ensefalitis) merupakan beberapa komplikasi serius dari campak yang berisiko menyebabkan kecacatan permanen atau bahkan kematian,” jelas Dr. dr. Dominicus Husada, DTM&H, MCTM(TP), Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak.

Imunisasi sebagai Perlindungan Utama

Meski berbahaya, campak dapat dicegah melalui imunisasi. Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan imunisasi campak telah mencegah sekitar 60 juta kematian secara global antara 2000–2023.

Namun, cakupan imunisasi campak di Indonesia masih jauh dari target 95% yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan jadwal imunisasi campak-rubella (MR) atau MMR, yaitu: Dosis pertama: usia 9 bulan (vaksin MR), dosis kedua: usia 15–18 bulan dan dosis ketiga/booster: usia 5–7 tahun.

“Apabila anak belum menerima vaksin MR hingga usia 12 bulan, vaksin MMR dapat diberikan sebagai dosis pertama. Di Indonesia, dosis kedua diberikan dengan interval 6 bulan, lalu sekali lagi pada usia 5–7 tahun. Dengan mengikuti jadwal imunisasi lengkap, anak memiliki peluang lebih besar untuk terlindungi dari campak, serta berkurangnya risiko komplikasi akibat gondongan dan rubella,” tambah dr. Dominicus.

Peran Orang Tua

Selain imunisasi, dr. Dominicus juga mengingatkan orang tua untuk mengambil langkah pencegahan sederhana:

– Menghindari kontak langsung dengan penderita campak.
– Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk mencuci tangan rutin.
– Memastikan ventilasi ruangan baik.
– Menjaga daya tahan tubuh anak dengan gizi seimbang, tidur cukup, dan aktivitas fisik teratur.
– Melengkapi imunisasi sesuai jadwal IDAI.

Dukungan dari MSD Indonesia

Sebagai mitra Kementerian Kesehatan, MSD Indonesia menegaskan komitmennya mendukung upaya pencegahan campak di Indonesia.

dr. Amrilmaen Badawi, Country Medical Lead MSD Indonesia, mengatakan setiap anak berhak mendapatkan akses kesehatan terbaik untuk kualitas hidup yang lebih sehat.

“Kasus KLB campak yang baru-baru ini terjadi menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap penyakit infeksi menular, khususnya pada bayi dan anak. Karena itu, jangan tunggu gejala muncul. Segera cek kembali buku imunisasi anak, pastikan dosis MMR lengkap, dan bersama-sama kita lindungi generasi penerus agar tumbuh sehat dan kuat,” ujarnya.

Post navigation

Previous: Naffar Tour Tunjuk Aktris Religi Meyda Sefira Jadi Brand Ambassador
Next: Cussons Baby Luncurkan Cuddle Calm dengan Aromaterapi Menenangkan

berita terkait

AUDY DENTAL
  • EDITOR PICK
  • Kesehatan

AUDY Dental Ungkap Tiga Masalah Gigi Paling Umum di Indonesia Sepanjang 2025

Ochi April 24 Desember 2025 0
cussons 2
  • EDITOR PICK
  • Kesehatan
  • Lifestyle

Cussons Baby Hadirkan Kampanye “Jeda untuk Bunda” di Hari Ibu 2025

Ochi April 22 Desember 2025 0
OREO 3
  • EDITOR PICK
  • Komunitas
  • Lifestyle

Lewat Program Berbagi Serunya Berilmu, OREO Dukung Pendidikan Anak Yatim Piatu

Ochi April 22 Desember 2025 0

Highlights

LMKN Fahmi
  • EDITOR PICK
  • Musik
  • News

LMKN Segera Umumkan Penerima Royalti Unclaimed Senilai Rp70,4 Miliar

Ochi April 13 Januari 2026 0
LMKN
  • EDITOR PICK
  • Musik
  • News

LMKN Himpun Royalti Rp175 Miliar Sepanjang 2025, Distribusi ke 16 Ribu Pemilik Hak

Ochi April 13 Januari 2026 0
IMG-20260112-WA0006
  • Bisnis

JCI Indonesia Lantik Siegfried Listijosuputro sebagai National President 2026

Irfan Laskito 12 Januari 2026 0
RSUD Aceh Tamiang
  • Bisnis

Kolaborasi Pertamina – RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang

Irfan Laskito 4 Januari 2026 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
Copyright ©BisnisLife All rights reserved.
Go to mobile version