Bisnis

Tanggapan Pemerintah Tentang Proposal Perusahaan Apple

BisnisLife.com – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menganggap bahwa proposal yang disampaikan oleh Apple belum memenuhi empat aspek berkeadilan.

Hal ini berdasarkan rapat pimpinan hari ini dan setelah mempelajari proposal yang diusulkan oleh Apple, melalui asesmen teknokratis.

Pertama, berdasarkan perbandingan investasi Apple di negara-negara selain Indonesia.

Saat ini Apple belum melakukan investasi dalam bentuk fasilitas produksi/ pabrik di Indonesia.

Kedua, perbandingan investasi merek-merek HKT lain di Indonesia. Ketiga, penciptaan nilai tambah serta penerimaan negara. Terakhir, penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Berdasarkan rapat pimpinan hari ini, telah diputuskan nilai kewajaran untuk Apple melakukan penambahan investasi berdasarkan aspek berkeadilan tersebut.

Di sisi lain, Kemenperin tetap mengharuskan agar Apple melunasi sisa komitmen investasi hingga tahun 2023.

Sisa pelunasan komitmen ini tidak menjadi bagian dari pembahasan proposal baru.

Pembahasan proposal baru berlaku untuk kewajiban Apple tahun 2024-2026 untuk mendapatkan sertifikat TKDN.

Apple memiliki kewajiban untuk melakukan pembahasan proposal setiap 3 (tiga) tahun konsekuensi dari keputusan investasi Apple yang memilih skema inovasi untuk memperoleh sertifikat TKDN.

Kemenperin melalui Dirjen ILMATE segera memanggil pihak Apple untuk datang ke Indonesia untuk membahas mengenai pelunasan komitmen investasi tahun 2023 dan proposal baru 2024-2026

Kementerian Perindustrian menganggap bahwa perusahaan asal Amerika ini lebih baik untuk segera mendirikan fasilitas produksi/pabrik di Indonesia agar tidak perlu mengajukan proposal skema investasi setiap 3 (tiga) tahun.

Kemenperin sudah memulai proses pembahasan revisi terhadap Permenperin No.29 Tahun 2017.

Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

Dengan pertimbangan bahwa landscape industri HKT sudah sangat berbeda dan untuk menegakkan asas investasi yang berkeadilan (fairness).

Untuk artikel lainnya, lihat terus BisnisLife.com dan Instagram BisnisLife.

Irfan Laskito

Recent Posts

Transaksi Remitansi Pekerja Migran Indonesia di BNI Capai 4,1 Juta

BisnisLife.com - Bank Negara Indonesia 'BNI' terus membuktikan posisinya sebagai bank nasional berskala global dengan…

5 menit ago

Peraturan Baru Tentang Rahasia Bank Dari OJK

BisnisLife.com - Otoritas Jasa Keuanga​n menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 44 Tahun 2024 tentang…

11 menit ago

Citilink – Traveloka Sight Teeing Golf Tournament

BisnisLife.com - Citilink memberikan paket untuk mengikuti Sight Teeing Golf Tournament 2025 pada tanggal 21-23…

26 menit ago

Jembatan Sungai Sambas Besar untuk Konektivitas di Kalbar

BisnisLife.com - Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat 'Kalbar' telah diselesaikan.…

41 menit ago

Honda Umumkan Tema Dreams in Motion: Now Electrified di IIMS 2025

BisnisLife.com - Honda kembali hadir di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 dengan membawa tema Dreams…

47 menit ago

BSI Perkokoh Transformasi & Hadirkan Empat Inovasi pada Milad ke-4

BisnisLife.com - Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadikan milad ke-4 Perseroan yang jatuh pada 1…

6 jam ago

This website uses cookies.